Menjadikan Rumah Buat Toko? Beli Asuransi Ruko dan Isi Dagangan

Bagi yang memiliki usaha (toko) di rumah, Anda tentu paham betul bagaimana pentingnya menjalankan usaha dengan benar, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan. Sejumlah risiko akan selalu ada di dalam usaha yang Anda jalankan, sehingga penting untuk mengelola berbagai risiko tersebut dengan baik dan tepat. Hal ini akan mempengaruhi usaha secara keseluruhan, termasuk potensi keuntungan dan kerugian yang mungkin akan Anda dapatkan dari usaha tersebut.

Bukan hanya ketika mengelola risiko atas kelancaran usaha saja, namun sejumlah risiko kerugian bisa saja menimpa rumah/toko dan juga seluruh aset lain yang terdapat di dalamnya. Bagaimanapun juga, Anda tentu harus memahami dengan baik bahwa ada banyak risiko yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, bahkan di luar prediksi sendiri.

Berbagai risiko ini bisa saja menimbulkan kerugian yang sangat besar, sehingga penting untuk mencegah dan mengelolanya dengan baik sejak awal. Lalu, langkah apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini dengan baik?

Jika ingin mengelola berbagai risiko yang mungkin terjadi di dalam kehidupan, maka menggunakan layanan asuransi adalah pilihan yang tepat. Saat ini, ada banyak produk asuransi yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan, sehingga bisa lebih nyaman dan tenang. Jenis produk asuransi ini bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan, seperti: asuransi kecelakaan, asuransi perjalanan, asuransi jiwa, asuransi properti, dan banyak jenis asuransi lainnya.

Bukan hanya itu saja, jumlah perusahaan penyedia layanan asuransi juga terbilang sangat banyak, sehingga Anda akan lebih leluasa dalam memilih dan menemukan layanan yang paling tepat untuk kebutuhan. Terkait dengan kebutuhan perlindungan terhadap toko dan juga barang dagangan, saat ini Anda bisa menggunakan produk asuransi properti all risk. Produk ini terbilang cukup populer dan belakangan ini semakin banyak digunakan.

Asuransi properti all risk merupakan produk asuransi yang akan memberikan perlindungan terhadap properti dari seluruh risiko kerugian yang terjadi, kecuali sejumlah risiko yang termasuk di dalam polis pengecualian. Artinya, produk asuransi ini bukan hanya akan melindungi properti (bangunan) Anda saja, namun produk ini juga akan melindungi berbagai aset / barang yang terdapat di dalamnya, selama barang-barang tersebut tidak masuk ke dalam pengecualian di dalam polis Anda.

Cara Mengetahui Macam-Macam Penentuan Harga Properti

Salah satu pesan yang penting untuk diingat adalah jangan terikat secara emosional dengan properti yang akan dibeli. Karena tujuan utamanya adalah sebagai alat bisnis, bukan untuk tempat tinggal Anda. Berikut macam-macam penentuan harga properti yang wajib Anda tahu:

1. Perlu Tahu Harga Transaksi alias Harga Sesungguhnya

Harga pada saat terjadi jual beli yang sesungguhnya merupakan harga transaksi dari properti tersebut. Jika mendapatkan harga di bawah harga likuidasi, tentunya akan sangat menguntungkan dari pihak pembeli. Sebaliknya, jika dapat menjual dengan harga lebih tinggi lagi, maka pasti akan menguntungkan pihak penjual.

2. Pahami Harga Reproduksi Baru

Harga reproduksi baru adalah harga tanah sekitar ditambah harga bangunan baru. Jadi harga ini merupakan penjumlahan antara harga tanah pasaran di wilayah tersebut dengan harga bangunan yang baru dibangun menggunnakan biaya material terkini.

Harga ini dapat juga disebut sebagai biaya penggantian (replacement cost). Harga inilah yang umumnya digunakan para developer atau pengembang untuk memasarkan properti (perumahan) yang baru didirikan.

Untuk itu, jangan sampai terkecoh bahwa harga tanah yang ditawarkan melebihi harga pasar. Terkadang, itu hanyalah cara developer dalam mendapatkan tambahan keuntungan. Selain itu, pastikan Anda perlu memiliki data harga bangunan sesuai dengan harga material yang terkini.

3. Apa itu Harga Permintaan?

Nah, selanjutnya di dunia properti ada juga istilah Harga Permintaan. Apa itu? Harga permintaan biasanya disebut juga harga emosional. Harga permintaan adalah harga properti yang ditawarkan oleh penjual kepada calon pembeli.

Cukup banyak penjual yang menetapkan harga propertinya secara emosional. Contohnya, jika rumah yang dijual tersebut pernah dijadikan tempat tinggal atau ditempati oleh sosok orang terkenal (public figure), maka rumah itu biasanya akan ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga pasarannya.

Untuk itu, sebaiknya Anda sebagai calon pembeli yang ingin berinvestasi di properti bisa tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang semacam ini. Tetap teliti dengan harga pasaran properti di daerah tersebut dan pastikan harga yang Anda sepakati itu masih dalam batas wajar.

4. Pahami Apa itu Harga Pasar

Salah satu hal yang harus dipahami sebelum Anda berinvestasi di sektor properti ini adalah memahami apa itu harga pasar. Dalam dunia properti, harga pasar adalah harga reproduksi baru (harga tanah ditambah harga bangunan baru) yang dikurangi dengan depresiasi dari nilai bangunan tersebut.

Contoh, sebuah rumah baru saja dibangun dengan harga di kisaran Rp500 juta. Kemudian pada tahun ketiga, nilai rumah tersebut berkurang karena berbagai faktor, seperti kondisi bangunan yang rusak dan lainnya.

Nah, pengurangan nilai rumah itu biasanya sekitar 5% dari harga awal. Tapi perlu diingat, kendati nilai bangunan itu berkurang atau mengalami penyusutan, namun untuk nilai dari tanahnya tidaklah berkurang. Sebaliknya, nilai tanah justru akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Oleh sebab itu, bisa jadi harga properti dengan bangunan yang telah lama tetap mengalami peningkatan. Akibat depresiasi harga bangunan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga pasaran tanah yang menjadi lokasi bangunan tersebut.

5. Ketahui Harga Jual Cepat

Nah, harga jual cepat ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Ketika seseorang sedang membutuhkan dana segar, maka dia akan menjual apa yang dimiliki dan memungkinkan untuk dijual, tak terkecuali rumah.

Harga jual cepat biasanya digunakan oleh pihak bank sebagai patokan harga untuk penafsiran. Harga ini disebut pula sebagai harga likuidasi, karena biasanya jika terjadi kredit macet, maka pihak bank akan menjual properti agunan di bawah harga pasarannya.

Umumnya untuk pemberian kredit, harga ini menjadi acuan. Besarannya sekitar 80% dari harga pasaran properti yang diagunkan. Sementara itu, untuk 20% sisanya, merupakan batasan tingkat keamanan bagi pihak bank. Supaya saat dijual cepat, maka pembeli tertarik dan proses jual-beli menjadi lebih cepat.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *