Satu Tahun, Apartemen di Cimanggis Harga akan Naik Rp90 Juta

Berdasarkan catatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Depok tahun 2015 lalu, tiga sektor yang memberikan kontribusi terbesar pada pendapatan kota di antaranya industri pengolahan (33,27%), perdagangan besar dan eceran (21,59%), dan konstruksi (18,24%). Di mana pada sektor konstruksi, pembangunan proyek properti termasuk di dalamnya.

Seiring dengan itu, pembangunan properti residensial dan komersial memang berlangsung cukup aktif di kota penyangga tersebut. Hal ini sejalan pula dengan tingginya minat masyarakat dalam berinvestasi properti.

Menurut pandangan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Depok, ada banyak wilayah di Depok yang berpotensi untuk dilakukan pembangunan properti. Selain koridor Margonda yang sudah teramat padat, kawasan tetangganya yakni Cimanggis juga tak kalah mengesankan.

Nilai properti di kawasan ini semakin berkembang terutama pasca Tol Cinere Jagorawi (Cijago) Seksi 1 beroperasi. Ruas ini menghubungkan Jagorawi – Cimanggis sepanjang 3,7 kilometer. Sementara Seksi II sepanjang 5,5 kilometer dengan rute Cimanggis – Kukusan bisa dilintasi dalam waktu dekat.

Akses yang kian memadai turut memicu munculnya berbagai properti baru di area Cimanggis. Salah satunya yang diluncurkan tahun lalu adalah Cimanggis City besutan PT Permata Sakti Mandiri.

Apartemen dua tower ini menyasar konsumen level menengah, dengan harga yang ditawarkan saat ini mulai dari Rp275 juta (tipe Studio). Harga ini sudah mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan harga perdana.

“Per 1 Juni kami akan kembali menaikkan harga menjadi sekitar Rp290 juta hingga Rp300 juta untuk unit tipe Studio. Sementara unit 2BR akan naik menjadi Rp490 juta. Artinya, dalam satu tahun peningkatan harga properti di sini cukup luar biasa mencapai 45%,” terang Agus Susilo selaku Direktur Utama Cimanggis City.

Investor Lebih Banyak

Survey ini bertujuan untuk mengetahui respon konsumen properti terhadap kondisi pasar properti saat in, yang hasilnya akan berguna bagi para pelaku pasar properti, baik konsumen, penjual, maupun pembuat peraturan.

Soal pembeli, Agus mengatakan jumlah investor justru lebih mendominasi. “40%-nya merupakan end user, pembeli kebanyakan datang dari sekitar Depok dan Jakarta Selatan. Saat ini 50% unit di tower pertama sudah terjual bersih, target serah terima kami lakukan akhir 2019.”

Bagi tolak ukur investasi, kenaikan harga sebesar 45% dalam waktu satu tahun terbilang bagus apalagi untuk area yang masuk kategori sunrise property. Di mana umumnya Return of Investment (RoI) sekitar 10% – 20% saja sudah bisa dikatakan idea

Akan tetapi investor pun bisa mengharapkan RoI lebih tinggi lagi. Sebab investasi apartemen adalah jangka panjang (lebih dari 5 tahun), sehingga bisa memakai patokan imbal hasil obligasi pemerintah dengan jangka waktu menengah dan jangka panjang.

Sebagai contoh, jika saat ini deposito berkisar 6% p.a, dan obligasi pemerintah jangka menengah dan jangka panjang 9% – 12%; maka seorang investor bisa mematok RoI investasi apartemen sesuai atau sedikit lebih tinggi dari patokan tersebut.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *